Mengatasi Ambeien: Langkah Praktis agar Keluhan Tidak Mudah Kambuh

Ambeien dapat menimbulkan rasa gatal, nyeri, benjolan, hingga darah saat buang air besar. Keluhan tersebut sering membuat penderitanya mencari cara tercepat untuk menghilangkan benjolan. Padahal, mengatasi ambeien tidak cukup hanya dengan menggunakan salep. Kebiasaan mengejan, sembelit, kurang serat, dan terlalu lama duduk di toilet juga perlu diperbaiki agar keluhan tidak terus berulang.
Jika Anda mengalami perdarahan, nyeri, atau benjolan yang belum membaik, Chat Aja DokterHub untuk mendapatkan arahan awal mengenai keluhan ambeien. Pemeriksaan membantu memastikan apakah keluhan benar disebabkan oleh ambeien atau kondisi lain yang mempunyai gejala serupa.
Apa Itu Ambeien?
Ambeien atau hemoroid adalah pembengkakan pembuluh darah di sekitar anus atau bagian bawah rektum. Berdasarkan lokasinya, kondisi ini dibedakan menjadi ambeien internal dan eksternal.
Ambeien internal berada di bagian dalam anus atau rektum. Jenis ini sering menimbulkan darah merah segar ketika buang air besar. Pada kondisi tertentu, jaringan ambeien dapat menonjol keluar dari anus, terutama saat mengejan.
Sementara itu, ambeien eksternal terbentuk di bawah kulit sekitar anus. Keluhannya dapat berupa gatal, nyeri, bengkak, atau benjolan keras yang terasa sensitif ketika duduk.
Tidak semua keluhan di sekitar anus disebabkan oleh ambeien. Luka pada anus, infeksi, peradangan saluran cerna, atau gangguan lain juga dapat menimbulkan nyeri dan perdarahan. Karena itu, diagnosis tidak sebaiknya ditentukan sendiri hanya berdasarkan gejala.
Cara Mengatasi Ambeien di Rumah
Ambeien ringan sering kali dapat membaik melalui perubahan pola makan dan kebiasaan buang air besar. Tujuan utamanya adalah membuat feses lebih lunak, mengurangi tekanan pada pembuluh darah anus, dan meredakan iritasi.
1. Tingkatkan konsumsi serat
Serat membantu menambah volume sekaligus menjaga konsistensi feses agar lebih mudah dikeluarkan. Ketika feses tidak terlalu keras, kebutuhan mengejan juga dapat berkurang.
Sumber serat dapat diperoleh dari:
- Sayuran
- Buah-buahan
- Kacang-kacangan
- Oat
- Roti gandum
- Biji-bijian
- Umbi-umbian
Tambahkan serat secara bertahap. Peningkatan yang terlalu cepat dapat menyebabkan perut kembung atau lebih sering buang angin.
Jika asupan dari makanan belum mencukupi, suplemen serat dapat dipertimbangkan setelah berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.
2. Minum air yang cukup
Serat memerlukan cairan agar dapat bekerja dengan baik. Kurang minum dapat membuat feses tetap keras meskipun seseorang sudah memperbanyak sayur dan buah.
Kebutuhan cairan setiap orang tidak selalu sama. Aktivitas, cuaca, kondisi kesehatan, dan obat yang digunakan dapat memengaruhinya. Pasien dengan gangguan ginjal atau jantung sebaiknya mengikuti anjuran cairan dari dokter.
3. Jangan menahan buang air besar
Menunda BAB membuat feses berada lebih lama di dalam usus sehingga semakin banyak air yang diserap. Akibatnya, feses menjadi lebih kering dan sulit dikeluarkan.
Segera ke toilet ketika dorongan buang air besar muncul. Namun, jangan memaksakan diri apabila feses belum dapat keluar.
4. Hindari mengejan terlalu kuat
Mengejan meningkatkan tekanan pada pembuluh darah di sekitar anus. Semakin sering kebiasaan tersebut dilakukan, semakin besar kemungkinan keluhan menetap atau kambuh.
Bernapaslah secara normal dan jangan menahan napas terlalu lama ketika BAB. Jika feses terus terasa keras, fokuslah memperbaiki pola makan, cairan, dan aktivitas fisik daripada memaksakan diri.
5. Batasi waktu duduk di toilet
Bermain ponsel, membaca, atau menonton video di toilet dapat membuat seseorang duduk jauh lebih lama dari yang diperlukan. Posisi tersebut memberikan tekanan terus-menerus pada pembuluh darah di sekitar anus.
Selesaikan buang air besar tanpa berlama-lama. Jika belum ada dorongan yang cukup, keluar dari toilet dan coba kembali nanti.
6. Berendam dengan air hangat
Duduk atau merendam area anus dalam air hangat dapat membantu mengurangi rasa nyeri dan tidak nyaman. Cara ini juga dikenal sebagai sitz bath.
Gunakan air hangat biasa tanpa mencampurkan sabun keras, cairan antiseptik pekat, atau bahan yang berpotensi mengiritasi kulit. Setelah selesai, keringkan area secara perlahan tanpa menggosoknya.
7. Tetap aktif bergerak
Aktivitas fisik membantu mendukung pergerakan usus dan mengurangi risiko sembelit. Tidak perlu selalu melakukan olahraga berat. Berjalan kaki secara rutin sudah dapat menjadi awal yang baik.
Hindari duduk terlalu lama tanpa jeda. Jika bekerja di depan komputer, berdiri dan bergerak secara berkala.
Apakah Salep Bisa Mengatasi Ambeien?
Salep, krim, atau obat yang dimasukkan melalui anus dapat membantu meredakan nyeri ringan, gatal, dan pembengkakan. Obat tersebut umumnya lebih berfungsi mengurangi gejala daripada menghilangkan seluruh penyebab ambeien.
Pemilihannya perlu disesuaikan dengan lokasi dan jenis keluhan. Salep luar, misalnya, tidak selalu efektif untuk ambeien internal.
National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases menjelaskan bahwa peningkatan serat, mencukupi cairan, menghindari mengejan, membatasi waktu di toilet, serta berendam air hangat dapat membantu menangani ambeien di rumah. Obat bebas dapat digunakan untuk meredakan gejala ringan, tetapi penggunaan yang tidak membantu setelah sekitar satu minggu perlu dievaluasi.
Jangan memakai beberapa salep sekaligus atau menggunakannya terus-menerus tanpa petunjuk. Kandungan tertentu dapat menyebabkan kulit menjadi kering, tipis, atau mengalami iritasi jika digunakan terlalu lama.
Hindari Ramuan yang Belum Terbukti Aman
Berbagai bahan alami sering ditawarkan sebagai cara mengatasi ambeien. Namun, bahan alami tidak selalu aman untuk kulit di sekitar anus yang sensitif.
Hindari mengoleskan minyak panas, bawang, pasta gigi, bahan asam, ramuan pekat, atau produk yang tidak dirancang untuk area anus. Bahan tersebut dapat menyebabkan iritasi, luka, atau memperparah peradangan.
Produk herbal yang diminum juga dapat berinteraksi dengan obat lain. Pastikan produk memiliki izin edar dan konsultasikan penggunaannya jika Anda sedang hamil, menyusui, memiliki penyakit kronis, atau mengonsumsi obat rutin.
Kapan Ambeien Perlu Diperiksakan?
Pemeriksaan diperlukan apabila perawatan rumahan tidak memberikan perubahan, gejala terus berulang, atau terdapat perdarahan.
Hubungi tenaga medis jika mengalami:
- Keluhan belum membaik setelah sekitar satu minggu
- Darah terus muncul saat buang air besar
- Benjolan sering keluar dari anus
- Nyeri mengganggu duduk atau berjalan
- Keluhan berulang meskipun sembelit sudah membaik
- Perubahan pola buang air besar yang menetap
- Penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas
Perdarahan dari anus tidak boleh langsung dianggap sebagai ambeien. Kondisi saluran pencernaan lain juga dapat menimbulkan gejala serupa sehingga sumber darah perlu dipastikan melalui pemeriksaan.
Segera cari pertolongan medis apabila perdarahan banyak, nyeri anus sangat berat, tubuh lemas, hampir pingsan, demam, nyeri perut, atau tinja berwarna hitam.
Apakah Ambeien Harus Dioperasi?
Tidak semua ambeien memerlukan operasi. Penanganan biasanya dilakukan secara bertahap berdasarkan tingkat keluhan.
Ambeien ringan dapat membaik dengan perbaikan pola makan, kebiasaan BAB, dan obat untuk mengurangi gejala. Namun, tindakan medis dapat dipertimbangkan ketika:
- Perdarahan sering berulang
- Benjolan terus menonjol keluar
- Ambeien tidak dapat masuk kembali
- Nyeri terasa berat
- Penanganan awal tidak membantu
- Keluhan sangat mengganggu aktivitas
Tindakan untuk ambeien tidak selalu berupa operasi besar. Dokter dapat mempertimbangkan beberapa prosedur untuk mengurangi aliran darah menuju jaringan ambeien atau mengangkat jaringan yang bermasalah, tergantung jenis dan tingkat keparahannya.
Pilihan tindakan sebaiknya tidak hanya didasarkan pada ukuran benjolan. Gejala, lokasi ambeien, kondisi kesehatan, dan hasil pemeriksaan juga perlu diperhitungkan.
Cara Mencegah Ambeien Kambuh
Setelah keluhan membaik, kebiasaan sehat tetap perlu dipertahankan. Ambeien dapat muncul kembali apabila sembelit dan kebiasaan mengejan berulang.
Beberapa langkah pencegahan yang dapat dilakukan adalah:
- Konsumsi serat secara rutin
- Cukupi kebutuhan cairan
- Jangan menahan BAB
- Hindari duduk lama di toilet
- Berolahraga secara teratur
- Jaga berat badan tetap sehat
- Hindari mengangkat beban dengan cara yang salah
- Bersihkan area anus dengan lembut
Perhatikan pula obat atau kondisi tertentu yang dapat menyebabkan sembelit. Jika pola BAB terus bermasalah, pemeriksaan diperlukan untuk mencari penyebabnya.
Jaga Kesehatan Bersama DokterHub
Mengatasi ambeien bukan hanya tentang menghilangkan benjolan atau meredakan rasa gatal. Faktor pemicu seperti pola makan, aktivitas, sembelit, dan kondisi kesehatan secara umum juga perlu diperhatikan.
DokterHub menyediakan layanan Homecare medical check-up untuk membantu individu maupun keluarga memantau kondisi kesehatan secara lebih praktis. Tersedia pula Homecare vaksinasi untuk berbagai kebutuhan perlindungan kesehatan serta layanan sunat bagi anak dan orang dewasa.
Keluhan ambeien yang menetap, berulang, atau disertai perdarahan sebaiknya tetap dikonsultasikan agar penyebabnya dapat dinilai dan penanganannya lebih tepat.
Chat Aja DokterHub untuk konsultasi mengenai cara mengatasi ambeien sesuai kondisi Anda.




